Kisah Sukses Jeliper Sianipar

Dulu Sebelum saya bergabung di Bisnis Asuransi Allianz, saya adalah pebisnis Jaringan dengan bermitra dengan Perusahaan yang memasarkan produknya lewat bisnis Jaringan atau sering disebut dengan MLM.

Sejak saya mengenal Konsep Pemasaran Jaringan pada Tahun 1997, dimana saya bergabung dengan salah satu Perushaan yang cukup terkenal di Indonesia yang memasarkan produknya secara Jaringan atau sering disebut dengan konsep MLM. Saya sangat tertarik dengan konsep ini, sebab saya yakini dengan konsep ini saya berpartner dengan Perusahaan dengan Konsep Bagi Hasil. Saya Bukan Karyawan. Tapi saya juga bukan sebagai Risk Taker dalam binis ini, sehingga tidak diperlukan Modal Besar dan Resiko disini.

Pada awalnya saya menjalankan bisnis Jaringan ini dengan Paruh Waktu (Part time), namun  sejak Tahun 2000, saya putuskan untuk membangun bisnis itu sepenuh hati (Full Heart) dan sepenuh waktu (Full Time), karena penghasilan saya selama 3 tahun lebih  dibisnis itu sudah melebihi Penghasilan saya selama 10 tahunan di tempat saya dulu bekerja.

Dan sejak saya mengenal Bisnis Jaringan saya tidak mau lagi menjadi Pekerja yang digaji, meski sering sekali ditawari untuk menjadi Pelatih atau Trainer di beberapa Perusahaan Bisnis Jaringan (MLM) untuk Pengembangan Bisnisnya dengan Gaji yang menurut saya cukup lumayan.

Disamping itu, sampai saat ini saya belum mau lagi untuk membuka Bisnis Konvensional setelah beberapa kali mencoba dan selalu Gagal yang mengakibatkan saya beberapa kali Bangkrut.

Maka boleh dikatakan sejak Tahun 2000 sampai sekarang atau hampir 20 Tahun Profesi saya sering saya katakan PNS (Pengusaha Network Sejati) karena dengan Bisnis Network saya merasakan KEBEBASAN yaitu Kebebasan Berkarya, Kebebasan Waktu, Kebebasan Menentukan Penghasilan Saya, Kebebasan Mental. Dan Saya Menikmatinya.

Perkenalan Saya Dengan Bisnis Asuransi Allianz, ketika salah seorang teman Saya Johan Tanuddin, yang dulunya pernah berkenalan dengan saya di salah satu Perusahaan Bisnis Jaringan dimana kami sama-sama berpartner dengan Perusahaan tersebut.

Pada saat itu saya salah satu Distributor Wilayah Medan dari Salah Satu Produk Pendidikan yang dipasarkan secara Online. Yang bersangkutan menghubungi saya setelah terlebih dahulu searching di Internet, untuk membeli Produk kebutuhan Pendidikan Anaknya.

Pada saat saya mengantarkan Produk Pendidikan tersebut, yang bersangkutan menjelaskan kepada saya tentang Asuransi Allianz. Saat itu saya mengatakan bahwa saya sudah masuk Asuransi (karena memang saya sudah 6 tahun memiliki Polis di Salah satu Perusahaan Asuransi). Kemudian yang bersangkutan bertanya tentang apa saja manfaat yang saya ikuti. Tapi saya tidak paham persis menjelaskannya, yang saya tahu sekian perbulan dan sudah sekian tahun.

Sehingga yang bersangkutan menawarkan jasanya sama saya untuk membantu menjelaskan isi Polis dia Asuransi yang saya ikuti dengan membawa Polis saya pada keesokan harinya.

Pada Keesokan harinya saya bawa Polis saya dan menjelaskan kepada saya tentang Fitur dan Manfaat Polis yang saya ikuti, sehingga sedikit demi sedikit saya mulai memahami akan manfaat asuransi.

Yang membuat saya lebih sadar akan pentingya asuransi setelah yang bersangkutan menjelaskan kepada saya Fitur dan Manfaat Sakit Kritis, rupanya dalam polis saya untuk penyakit kritis tidak memadai jika saya terkena Sakit Kritis.

Setelah Panjang lebar berdialog tentang Asuransi, hingga saya sadar akan pentingnya setiap orang seharusnya memiliki Asuransi. Hingga saya bertanya Bagaimana Kalau Menjadi Agen di Allianz ?. Meski Sebelumnya saya tidak pernah tertarik sama sekali menjadi Agen Asuransi, karena sudah bolak-balik saya ditawari menjadi Agen di beberapa Perusahaan Asuransi.

Pak Johan Menjelaskan saya tentang Compentation Plan sebagai dasar Perhitungan Komisi bila saya ikut memasarkannya serta sistim berupa Hak dan Kewajiban saya dengan baik. Dengan Penjelasan ini sebenarnya saya sudah tertarik. Fitur dan manfaat Produknya bagus, Kompensasinya juga bagus.

Tetapi apakah saya langsung bergabung ?

Tentu Belum.

Saya minta waktu berpikir dulu, dan mengatakan saya akan menghubungi jika saya berminat. Sebab Kebiasaaan Saya “Begitu di Pegang harus di Genggam”. “Begitu di awali harus diakhiri.”

Saat itu saya berpikir. Mengapa Mesti Memilih Bergabung dengan Asuransi Allianz ? mengapa bukan Asuransi X, Mengapa Bukan Asuransi Y dan Mengapa Bukan Asuransi Z. untuk itu saya melakukan Studi Banding selama 2 Minggu terhadap Perusahaan-perusahaan Asuransi Besar yang ada di Indonesia khusunya yang ada di Medan.

Saya Langsung menghubungi Leadernya, saya minta dibuatkan Proposal illustrasi jika saya masuk asuransi mereka dengan Fitur dan Manfaat yang saya tentukan sendiri dengan jumlah premi yang saya tentukan sendiri. saya lakukan kepada beberapa Leader yang bergabung di Perusahaan-perusahaan besar tersebut, kemudian saya bandingkan dengan Manfaat yang saya dapatkan jika di Allianz. ternyata dari segi Fitur dan Manfaatnya lebih besar dan lebih baik di Allianz.

Saya juga tanyakan begaimana jika saya menjadi Agen di Perusahaan Asuransi Mereka, bagaimana cara perhitungan Komisi di Perusahaan  Mereka dan Bagaimana Sistim nya, serta hak dan kewajiban saya nantinya sebagai Agen. Kemudian saya bandingkan dengan di Allianz, ternyata Allianz lebih unggul, lebih besar hasilnya, serta lebih mudah cara kerjanya.

Dari Hasil Study Banding selama 2 Minggu saya tarik Kesimpulan :

  1. Dengan Fitur dan Manfaat Yang Sama serta Premi yang sama. Manfaat Asuransi Lebih Besar di terima Nasabah. Berarti Membeli Polis di Allianz Lebih Menguntungkan Buat Nasabah dibandingkan dengan Perusahaan Mereka.
  2. Dengan Premi Yang sama yang dibayarkan Nasabah, Komisi Agen Lebih Besar di Allianz dari pada di Perusahaan Mereka. Kewajiban seorang Agen Lebih Berat di Perusahaan Mereka dari di Allianz. Berarti Bergabung Menjadi Agen di Allianz Lebih Besar hasil yang didapatkan dan Lebih Ringan Pekerjaannya.

Berdasarkan Kesimpulan yang saya ambil, saya putuskan untuk bergabung di Bisnis Allianz tentu dengan membeli Polis dan mendaftarkan menjadi Agen. Lulus Ujian AAJI pada bulan Pebruari 2013.

Hampir Mengundurkan Diri.

Setelah saya mencoba melakukan prospekting, terhadap teman-teman dan kenalan, ternyata tidak sesuai yang saya harapkan, jauh sekali berbeda dengan konsep MLM yang menjual Produk, seperti yang saya lakukan selama ini.

Yang lebih parahnya lagi, teman-teman dan keluarga yang tadinya sudah mau beli dan sudah berjanji buka Tapro yang saya tawarkan ternyata pada membuat alasan. Bahkan ketika ditelepon tidak diangkat, di SMS tidak dijawab, bahkan menghindar untuk bertemu. Saat itu saya ambil Kesimpulan bahwa bisnis Allianz ini tidak bersahabat (Friendly) justru merusak persahabatan dan kekeluargaan.

Hingga pada saat saya mengutarakan mau berhenti kepada Leader, saya tentu mengutarakan alasannya yaitu bisnis yang tidak bersahabat dan merusak hubungan pertemanan dan kekeluargaan. Saat itu Ibu Jenni yang mendengar keluhan saya, langsung tersenyum dan tertawa mendengar keluhan saya.

Ibu Jenni sambil tertawa menyatakan bahwa semua Leader Asuransi yang sukses pada awalnya mengalami hal yang sama dan menyarankan saya untuk menjalani Prosesnya sekitar paling lama 2 tahun sampai 3 Tahun. Beliau mengatakan bila saya mampu melewati proses itu dalam 2 tahun atau paling lama 3 tahun, maka saya akan bisa sukses di Asuransi.

Tentunya saya ragu-ragu dan curiga, bagaimana mungkin saya tahan selama 2 tahun sampai 3 tahun menjalani proses seperti ini ?

Namun saat itu saya putuskan untuk menjalankan bisnis ini selama paling lama 8 bulan. Bila dalam 8 bulan tidak memberikan saya penghasilan  maka saya kan meninggalkannya dan baru memutuskan tidak layak dikerjakan.

Sebagai konsekwensinya saya harus mengerjakannya dengan Spenuh hati (Full Heart) dan Sepenuh Waktu (Full time).

Mengapa 8 bulan ?

Saat itu saya beraasumsi saya seperti Petani Ubi. Petani Ubi saja membutuhkan waktu selama 8 bulan menunggu panen ubi supaya ada hasilnya. Dan saya putuskan untuk menerima apapun hasilnya dalam proses perjalanannnya.

Ehhh,… rupanya dengan penerimaan ini saya menjadi lebih tenang ketika prospek dan lebih tenang ketika menangani kendala, karena mental saya sudah saya siapkan selama 8 bulan. Bahkan gagal saja sudah disiapkan mental. Yang Penting dilakukan Sepenuh hati dan sepenuh waktu selama 8 bulan.

Setelah saya menjalani Prosesnya dengan tenang dan tidak panik dan tidak terlalu berharap closing, ternyata membuat satu demi satu presentase saya bisa Closing, sehingga pada bulan pertama saja masih sempat langsung dapat komisi, meski hasilnya masih kecil.

Komisi pertama saya Rp.349.000,- memberikan saya keyakinan, bahwa terbukti hasilnya bukan soal besarnya. Yang penting terbukti hasilnya. Karena konsep bisnis ini adalah bagi hasil.

Saat itu saya berpikir,…. andaikata saya bertani Ubi, tentu belum ada hasilnya. Harus menunggu paling cepat 8 bulan. Kondisi ini membuat saya semakin Semangat,..Belajar lebih banyak dan Keyakinan saya bertumbuh dari waktu ke waktu.

Selama 3 bulan saya bergabung saya Promote menjadi BM (Business Manager) karena sistim Compentation Plan saat itu masih Agency System. Belum Seperti Sekarang Business System. Sehingga Komisi atau Penghasilannya pun tidak seperti yang sekarang dalam Business Sistem.

Setelah 8 bulan saya menjalankan bisnis ini, penghasilan saya pada bulan ke 8 sebesar Rp. 5.873.393 dan total penghasilan yang terkumpul diterima sejak bulan ke 1 sampai bulan ke 8 adalah sebesar Rp. 23.993.253 bersih setelah dipotong pajak. Suatu jumlah yang sangat sulit didapat andakata saya Petani Ubi.

Bangun Support System

Seiring dengan berjalannya waktu dan proses bertumbuhnya keyakinan, ditambah pengalaman saya di bisnis jaringan selama puluhan tahun, sejak awal sudah saya persiapkan untuk membangun Support System. Seperti yang selalu saya terapkan dalam menjalankan bisnis Jaringan.