Dimarahi Calon Nasabah : Terpaksa Harus Minta Maaf

minta maafKisah Nyata, Pengalaman Pribadi ini, terjadi ketika pada suatu waktu saya melakukan Sosialisasi Rekening Tapro Allianz berdampingan dengan Agen saya yang masih BE (JFW) di daerah sekitaran Medan. Yang kami tuju kebetulan masih keluarga juga.

Pada saat kami sosialisai, Suami – Istri sama-sama ikut mendengarkan penjelasan kami, Usia Istri sekitar menjelang 50 puluhan tahun dan Usia Suami menjelang 70 tahunan.

Manfaat Produk Yang disosialisasikan sama Istri masih lengkap yaitu SKCMT ( Manfaat Penyakit Kritis, Kecelakaan, Cacat Tetap Total, Meninggal dan Pembebasan Premi/Autosaving)

Namun Manfaat yang disosialisasikan untuk Suami adalah Asuransi Saur Matua sesuai Usia yang sudah menjelang 70 Tahun

 

 

Kisah Nyata, Pengalamanminta maaf1 ini terjadi ketika pada suatu waktu saya melakukan sosialisasi Rekening Tapro Allianz JFW berdampingan bersama Agen Mitra saya yang masih BE, di daerah sekitaran Medan. Yang kami tuju kebetulan masih keluarga juga.

Pada saat kami sosialisasi kebetulan Suami Istri sama-sama mendengarkan penjelasan kami, Usia Istri menjelang 50 tahun, dan Usia suami mendekati 70 tahunan. Manfaat Produk yang disosialisakian kepada Sang istrinya masih lengkap yaitu: Penyakit Kritis, Kecelakaan, Cacat Total, Meninggal, berikut Pembebasan Premi/Autosaving.
Namun Manfaat Produk yang disosialisasikan kepada Suami adalah untuk Asuransi Saurmatua,…
Pada saat itu Sang Istri langsung setuju untuk mengambil Program Tapro yang kami sosialisasikan dengan Premi Rp. 1.000.000,- per bulan, tanpa ada kendala baik dari segi persyaratan administratip, kesehatan dan Keuangan,..pendek cerita langsung Closing dan dilakukan submition.
Masalah baru mulai muncul ketika pembicaraan mengarah kepada sang Suami. Secara prinsip suaminya setuju mengambil asuransi Saurmatua dengan premi Rp.1.000.000,- juga per bulan, namun ketika kami wawancara mengenai kesehatan, baru pembicaraan mulai alot. Pembicaraan dengan calon nasabah sebagai berikut :
Saya : Apakah Bapak hari ini Sehat ?
Calon Nasabah : Ya saya Sehat,…
Saya : Okey lah kalau begitu, Bolehkah kita melakukan wawancara dengan menanyakan beberapa pertanyaan tentang kesehatan Bapak,..dan saya harap Bapak jujur menjawab segala pertanyaan mengenai Kesehatan ini, sebab jika tidak jujur tentang kesehatan ini, bisa jadi bapak diterima menjadi nasabah, namun disaat nanti klaim, pada saat perusahaan melakukan investigasi dan ketidak jujuran ditemukan oleh perusahaan, maka perusahaan berhak untuk tidak membayar klaim. Itu Resikonya. Tentu tidak baik bagi kami dan bagi ahliwaris bapak. Apalagi kita ini masih keluarga, jangan gara-gara Asuransi ini hubungan kekeluargaan kita nanti menjadi tidak baik.
Calon Nasabah : Tunggu dulu, 2 tahun lalu saya pernah mengalami penyakit Jantung, dan saat itu saya disuruh pasang ring, namun saya tidak mau. Tapi sekarang saya sudah sehat-sehat aja kok.
Saya : Oh,.. berarti sudah pernah didiagnosa di Rumah sakit Penyakit Jantung ya ?
Calan Nasabah : Ya, saat itu saya disuruh pasang ring, namun saya tidak mau.
Saya : Oh,.. sayang sekali, kalau begitu kami mohon maaf,.. tidak berani mengajukannya lagi.
Calon Nasabah : Kalian dua kan kerja di Perusahaan Allianz itu ?, masa kalian dua tidak bisa mengusahakannya, percuma kalian orang dalam.
Saya : Maaf pak, kami tidak memiliki kewenangan dan kuasa apapun menentukan seseorang calon nasabah diterima atau tidak. Yang memiliki kewenangan dan Kuasa itu adalah Pihak Perusahaan Allianz. Tugas kami adalah melakukan wawancara dengan jujur dan benar kepada Calon Nasabah tentang kesehatannya dan kami berharap Calon nasabah pun harus jujur tentang wawancara kesehatan itu, dan jika ada pernah gangguan kesehatan calon nasabah, apalagi sudah punya rekam medik di Rumah Sakit, kami harus melaporkannya secara jujur di Surat Permohonan Asuransi Jiwa (SPAJ) ini.
Calon Nasabah : Kalau begitu, mengapa kalian dua tidak mencoba mengajukan dulu ?
Saya : Sebenarnya boleh saja kita ajukan, namun dengan kondisi penyakit seperti ini, apalagi baru 2 tahun, takutnya tidak diterima, kami khawatir bapak kecewa.
Calon Nasabah : ya sudah, coba aja ajukan dulu.
Saya : Jika nanti saya ajukan ada beberapa kemungkinan yang akan kita hadapi dan kita harus bersedia mengikuti arahan dari perusahaan al :
1. Melampirkan Rekam Medis yang dari Rumah Sakit, apakah Ada pertinggal Rekam Medik dari Rumah Sakit ?
Calon Nasabah : tidak ada lagi, kami sudah tidak tau entah dimana,..
2. Nanti Perusahaan meminta kita untuk meminta rekam medik dari RS dimana bapak Pernah dirawat sehubungan dengan penyakit Bapak, Apakah Bapak bersedia memintanya ?
Calon Nasabah : Ya, saya bisa memintanya nanti.
3. Jika setelah kita serahkan nanti Rekam mediknya ternyata, menurut Perusahaan masih belum cukup data buat mereka memutuskannya, ada kemungkinan Perusahaan meminta calon Nasabah melakukan Medical Ceck Up ke Dokter atau Klinik/Lab yang mereka hunjuk, namun biaya pemriksaannya ditanggung oleh Perusahaan Allian kok, apakah bapak bersedia ?
Calon Nasabah : Ya. Saya bersedia, apalagi biayanya ditanggung Allianz nya.
4. Setelah semua dilakukan, tidak ada jaminan Bapak diterima, jika menurut Pertimbangan Perusahaan Allianz tidak layak lagi diterima, bisa saja perushaan menolak menerima. Apakah Bapak bersedia dan tidak sakit hati sama kami ?
Calon Nasabah : Tapi bagaimana dengan Uang Premi pertama saya, jika saya tidak diterima, apakah dikembalikan ?
Saya : Ya. Semua dikembalikan tanpa ada satu rupiahpun dipotong, kecuali bapak sudah diterima, tapi bapak mengundurkan diri. Jika kejadiannya seperti itu, Premi pertama bapak akan dikembalikan setelah dipotong biaya Medical Ceck Up/ pemeriksaan kesehatan.
Calon Nasabah : Ya. Sudah coba saja dulu.
Maka setelah dialog itu, semua proses Pengisian SPAJ dilakukan dengan melaporkan kondisi Penyakit jantung dan Rumah Sakit tempat dilakukan Pemeriksaan 2 tahun lalu, serta menandatangani SPAJ. Kelengkapan adminstrasi berikut Uang Rp 1.000.000 untuk premi pertama saat pengajuan.  Proses Submition dilaksanakan,….
Satu Minggu,…Setelah dilakukan Pengajuan,… Perushaan meminta kepada calon nasabah untuk meminjam Rekam Medik dari Rumah Sakit Tempat dilakukan periksaan 2 tahun lalu.
Calon Nasabah, menyanggupinya dan menyerahkan kepada kami untuk selanjutnya diteruskan kepada Perusahaan.
Dua Minggu,.. setelah penyerahan Rekam Medik,..Perusahaan Mengirimkan Surat melalui email,..yang menyatakan : Bahwa Permohonan Asuransi yang diajukan tidak disetujui.
Dengan demikian, kami pun pergi memberitahukan dan menyerahkan surat penolakan tersebut, maka dialog kami dengan calon nasabah terjadi sebagai berikut :
Saya : Terlebih dahulu, kami mohon maaf Bapak, Usaha telah kita lakukan. Permohonan sudah kita ajukan, dan apa yang diminta perusahaan tentang meminta rekam medik dari RS sudah kita penuhi, akan tetapi setelah pihak perusahaan Allianz mempertimbangkan, ternyata dengan sangat menyesal, Perusahaan tidak menyetujui Permohonan kita. Sekali lagi mohon maaf. Uang Premi Pertama akan segera dikembalikan dengan mentransfernya ke Rekening Bank Bapak yang kita sertakan pada saat Pengajuan Permohonan SPAJ
Calon nasabah : Jadi Sampai hati kalian berdua Mengembalikan Uang saya Itu ?
Saya : Seperti saya sudah jelaskan sebelumnya, kami hanya bisa mengusahakan, kami tidak memiliki kewenangan dan kuasa apapun, menentukan seseorang calon nasabah diterima atau tidak. Sesunggunhya tergantung kondisi kesehatan Calon Nasabah. Namun kami harus jujur dengan kondisi kesehatan dan riwayat kesehatan calon nasabah, karena asuransi mutlak adalah masalah kepercayaan.
Calon Nasabah : Percumanya Kalian dua Orang Dalam.
Saya : Bagi kami Bapak, Lebih Baik,..Ditolak menjadi Nasabah, dari pada Ditolak disaat Klaim. Bagaimana sekalipun kami harus menjaga Integritas Diri kami, Profesi kami dan Perusahaan tempat kami bekerja.
Calon Nasabah : Sudah berapa lama kau di Allianz ini ?
Saya : Sudah 4 Tahun.
Calon Nasabah : (Sambil menunjuk dan wajah terkesan marah),..Seandainya kau datang 4 tahun lalu, saya kan masih diterima, Uang saya masih laku, …saat itu saya masih sehat, belum kena penyakit, jantung,..karena baru 2 tahun lalu nya saya penyakit jantung. Sekarang kalian datang,.. setelah Uang saya tidak laku lagi,..coba kau datang 4 tahun lalu ?
Saya : Maaf Bapak,..sekali lagi maaf,..memang kesibukan lah yang membuat saya belum sempat datang kemari. Bukan karena tidak peduli, bukan juga karena malas, Profesi kami memang betul-betul berkejar-kejaran dengan waktu,..karena yang paling mahal di Asuransi bukanlah Uang tapi Waktu.
Calon Nasabah : Ya,..Sudahlah kalau begitu, tapi cobalah kalian segera kunjungi keluarga kita yang lain secepatnya,..nanti jangan sampai pengalaman mereka sempat sakit seperti saya. Sehingga Uang nya tidak laku lagi seperti saya.
Saya : Ya. Terimakasih Bapak, doakan kami, dan doakan juga keluarga kita yang lain khususnya yang belum beli polis dari Asuransi Allianz kiranya sehat-sehat.
Karena Yang Paling Mahal di Asuransi Bukanlah Uang, tetapi waktu.

Demikian Pengalaman ini, yang mengharuskan saya minta maaf kepada Calon Nasabah saya karena saya telat melakukan sosialisasi tentang Asuransi Allianz.