Pengalaman Prospek Allianz

Pada Suatu kesempatan di hari Sabtu, ketika saya  presentasekan Program Tapro Allianz sebagai Pelindung resiko  ekonomi keluarga dari Kemungkinan Musibah.

Setelah saya selesai menjelaskan Tapro Allianz kepada  seorang Ibu yang ditinggal suaminya  sekitar 2 tahun yang lalu.

Si Ibu menceritakan kehidupan keluarganya. Dimana Suaminya meninggalkan mereka selamanya berikut 5 orang anak yang sedang masa pendidikan ; 2 orang sedang Kuliah, 1 orang SLTA dan 1 Orang SLTP dan 1 orang SD.

Pembicaraan kami seperti ini :

Saya : Apakah Bapak dulu  Masuk Asuransi ?

Ibu :  tidak sempat. Pada hal,  sudah sering ditawari dulu asuransi, bahkan sudah beberapa kali diberikan Proposal Asuransi oleh Agen.

Saya : Kenapa tidak Masuk ?

Ibu : Karena banyaknya kebutuhan.  Disamping itu anak-anak sudah ada yang kuliah jadi kami pikir beli mobil adalah kebutuhan yang mendesak karena bisa digunakan  sekalian antar anak sekolah, sehingga Suami  dan saya  memutuskan mendahulukan beli Mobil secara cicilan, karena perasaannya kondisi kami sejauh ini  sehat-sehat aja. Dengan harapan setelah cicilan mobil selesai, baru masuk Asuransi.

Pada hal tidak  lama setelah mencicil mobil,  penyakit yang menurut kami tidak terlalu serius,  hanya sekedar bisul di pinggul, ternyata berakibat fatal.  Pada suatu hari saat malam hari suami saya mengalami Sesak napas, kami berusaha membawanya ke Rumah Sakit, tapi naas tidak sempat dibawa kerumah sakit. Akhirnya Tuhan memanggil nya meninggalkan kami untuk selamanya.

Sambil meneruskan ceritanya,  mata mulai berkaca-kaca, dan tetesan air mata mulai mengalir, dengan perasaan sedih mengatakan,  mobil yang tadinya dicicil, tidak sanggup lagi meneruskan nya dan akhirnya harus dijual.

Tinggallah Saya,  Single Parent, meneruskan kehidupan ini dan bertanggung jawab penuh atas ke 5 orang anak saya  berikut pendidikannya. Tanpa ada warisan keuangan yang ditinggalkan.

Saya sangat menyesal, kenapa tidak masuk Asuransi dulu.

Sesungguhnya saya baru sadar kematian itu benar adanya, setelah saya sendiri mengalami dan merasakannya.

Sekarang ini saya tidak percaya, bahwa untuk Meninggal itu tidak harus sakit dulu. Yang sehat sekalipun  tiba-tiba bisa meninggal, sementara yang sakit, belum tentu langsung meninggal. Ada yang hidup dengan penyakitan bertahun-tahun, bahkan berpuluh tahun. Siapa saja bisa kena Musibah,  yang sakit, yang sehat sama saja. Begitulah anggapan saya sekarang.

Dengan keadaan yang menimpa saya, dan apa yang saya rasakan sekarang, saya sangat tertarik dengan program Asuransi, apalagi Tapro Allianz yang telah Bapak jelaskan.

Apalagi dengan kondisi saya sekarang, andaikata saya pun kena musibah, apakah sakit serius atau meninggal, saya tidak tahu bagaimana kehidupan kami dan anak-anak saya.

Sesungguhnya saya sangat ingin masuk Asuransi dengan Uang Pertanggungan (UP) yang cukup andai kata terjadi sama saya musibah.

Saya : ” kalau begitu apa lagi masalah ibu ? ”

Ibu : “Bapak sendiri sudah saya beritahu kan, saya sudah menjadi single parent, maka saya sendirilah yang mencari penghasilan bagi ke 5 anak saya. Begitu besar pengeluaran kami setiap bulan, termasuk biaya pendidikan anak-anak saya. Setiap hari saya harus menyiapkan sejumlah uang untuk ongkos-ongkos dan jajan mereka.

Saya; “kalau begitu, apakah pengeluaran ibu yang terlalu besar ? atau Penerimaan ibu yang terlalau kecil ? ”

Ibu;  ” Rasanya pengeluaran saya besar sekali ”

Saya;  “Apakah kehidupan ibu penuh hura-hura ? artinya, mengeluarkan uang terhadap hal-hal yang tidak semestinya” ?

Ibu : tidak, untuk biaya hidup kami, berikut biaya pendidikan anak-anak saya saja sudah sangat sulit, setiap bulan, bahkan setiap hari.

Saya; kalau begitu, sepertinya bukan pengeluaran ibu yang terlalu besar, melainkan Penghasilan ibu lah yang terlalu kecil. Apakah ibu sependapat dengan saya ?

Ibu ; …sejenak terdiam,  …ya yah, pengeluaran saya yang terlalu kecil. Saya setuju.

Saya ; jika begitu menurut pendapat ibu, Apakah  pengeluaran ibu masih bisa dikurangi ? atau Penerimaan ibu yang harus kita tambah ?

Ibu; Penerimaan saya lah ya ? yang harus di tambah, tapi bagaimana cara nya ?

Saya; Bu !!!,  Allianz itu, adalah  solusi Asuransi dari A sampai Z, artinya jika Ibu punya kemauan, pasti ada solusinya. Apakah ibu mau membantu orang lain agar terhindar dari kesulitan ekonomi jika terjadi musibah sama mereka ?

Ibu : Akan tetapi Saya tidak Punya waktu.

Saya : Yang Punya waktu itu bukan Ibu. Yang punya waktu itu Tuhan. Kita patut bersyukur karena kita masih diberi waktu. Kita hanya perlu mengatur untuk apa waktu ini kita gunakan.

Apakah ibu sadar bahwa waktu adalah pemberian Tuhan yang paling adil kepada semua ciptaannya ?, setiap kita diberi Tuhan waktu 24 jam satu hari satu malam. Setiap orang tanpa terkecuali. Apakah Ibu Sependapat dengan saya ?

Ibu : ya. setuju.

Saya : Akan tetapi, keadaan ekonomi setiap orang kan berbeda-beda Bu ?, ada yang kaya, ada yang miskin, bahkan ada yang melarat. Apakah dalam hal ini juga ibu sependapat dengan saya ?

Ibu : ya. sependapat.

Saya : Apakah Ibu tahu bedanya ?, artinya kenapa ada yang kaya, kenapa ada yang miskin dan kenapa ada yang sampai melarat ?

Ibu : hmmm, tidak tahu.

Saya : Nilai ekonomi atau nilai rupiah yang diperoleh setiap orang berbeda-beda per kesatuan waktu. Ada orang yang dinilai Rp. 100 juta lebih/ jam, ada yang 10 juta/jam, ada yang 1 juta/jam, ada yang 100 ribu/jam, ada yang 10 ribu/jam ada yang 1.000/jam ada yang 0/jam. Itulah yang membedakan mereka.

Ibu : Ia, yahhhh

Saya : Apakah  sudah Tahu Masalah Ibu ?

Ibu : Belum. Masalah apa maksudnya ?

Saya : Mengapa Penghasilan Ibu terlalu kecil ?

Ibu : Tidak tahu

Saya : Karena Pekerjaan ibu selama ini. Berapa Nilai Rupiah yang Ibu hasilkan per jam ? Apa Pekerjaan Ibu selama ini, itulah yang membuat kondisi ekonomi ibu sekarang.

Untuk lebih tegas nya! Untuk pekerjaan apa ibu gunakan waktu ibu selama ini, dan berapa nilai rupiah yang dapatkan per kesatuan waktu. Itulah masalahnya.

Maaf,….Apakah Pekerjaan Ibu selama ini ?

Ibu : … (memberitahukan pekerjaannya…..)

Saya : Sudah berapa lama ibu melakukan pekerjaan itu ?

Ibu : Sejak Tahun 2008,  sekitar 7 tahun

Saya : Apakah Ibu sudah punya penghasilan Rp. 100 juta/bulan dari pekerjaan ibu itu ?

Ibu : Hahhhh,…Mana ada !, Cukup-cukup gitu ajalah

Saya : Tidak apa-apa Bu ! , apa pun pekerjaan kita sekarang, wajib hukum nya disyukuri, karena dari pekerjaan kita itulah kita bisa hidup dan membiayai kebutuhan keluarga kita.

Tapi apakah Ibu mau penghasilan Rp.100 juta/bulan ?

Ibu : Mau

Saya : Apakah Ibu sudah punya penghasilan Rp.100 juta/bulan ?

Ibu : Belum

Saya : Apakah ibu tahu kenapa berbeda Kemauan dan Kenyataan ?

Ibu : Maksudnya ?

Saya : Ibu kan mau penghasilan Rp, 100 juta/bulan ?, tapi Kenyataannya sampai hari ini Tidak punya 100 juta/bulan. Artinya Kemauan dan Kenyataan Berbeda.

Ibu : Tidak tahu.

Saya : Alasan pertama,  pekerjaan ibu yang 7 tahun itu, tidak  membayar ibu Rp.100 juta/bulan.

Alasan kedua,  Tidak ada orang yang mau membayar ibu Rp. 100 juta/bulan. Apakah Ibu sependapat dengan saya ?

Ibu : ya. saya setuju.

Saya : Kalau begitu, apakah ibu masih mau punya penghasilan Rp.100 juta/bulan ?

Ibu : Mau

Saya : Tapi Tidak ada orang yang mau bayar ibu sebesar itu ?

Ibu : Saya Menjadi Bingunggg……

Saya : Artinya Jika Orang lain tidak mau membayar ibu Rp.100 juta/bulan. pilihannya hanya 2 yaitu : 1) Urungkan Niatnya  atau 2) Ibu sendiri yang bayar Ibu Rp.100 juta/bulan

Supaya lebih tegas, Jika orang lain tidak mau bayar kita Rp. 100 juta/bulan. Maka kita lah yang membayar kita Rp.100 juta/bulan.

Supaya lebih tegas lagi !, “Jika kita sendiri tidak mau membayar kita Rp.100 juta/bulan, apalagi orang lain ?

Hal-hal sedemikianlah Salah satu perbedaan antara orang kaya, orang miskin dan orang melarat yang kita bicarakan di atas.

Apakah Ibu mau membayar Ibu Rp. 100 juta/bulan ?

Ibu; Kemauan sihh ada. Akan tetapi saya tidak pandai bicara, saya tidak bisa.

saya; syarat untuk merubah nasip ibu di Allianz,  bukan masalah Pandai atau Bisa. Akan tetapi masalah mau atau tidak mau. Karena banyak orang pandai dan bisa,  menahankan kesulitan ekonomi keluarganya karena tidak mau. Bukan karena tidak Pandai. Bukan karena tidak bisa!

Ibu; mmm, menurut bapak, apakah saya bisa ?

saya; yang dibutuhkan adalah “apakah Ibu mau” ?. Saya pertegas ! “apakah ibu mau menolong orang lain agar tidak mengalami kesulitan ekonomi jika terjadi musibah kepada mereka, sehingga orang lain kelak tidak mengalami seperti  yang ibu alami ? Itu saja.

Ibu ; Tapi saya tidak pandai menjelaskannya seperti Bapak.

Saya : Apakah Ibu pernah tau, “Gajah Main Bola” ?

Ibu : Pernah, tapi di TV.

Saya : Apakah ibu percaya yang ibu lihat di TV itu, Gajah Bisa Main Bola ?

Ibu : Percaya.

Saya : Menurut Ibu, apakah semua  Gajah Bisa Main Bola ?

Ibu : Tidak

Saya : Kalau begitu, Gajah yang mana yang bisa Main Bola ?

Ibu : …. sejenak terdiam… Gajah yang dilatih ya ?

Saya : Betul. Menurut Ibu, apakah Ibu bisa dilatih ?

Ibu : Bisalah….. sedangkan Gajah bisa dilatih ya ?

Saya : Betul. Jika ibu hari ini merasa saya pandai menjelaskan, karena sebelumnya saya sudah dilatih. Apakah Ibu mau dilatih ?

Ibu : Mau. Tapi apakah ada pelatihannya.

Saya : Ada. Karena Sudah Menjadi Fungsi, Tugas dan Tanggung jawab saya Melatih Ibu asalkan Ibu mau dilatih. Kami membuat Pelatihan yang teratur di kantor maupun mendampingi ibu dilapangan agar Ibu memiliki Pengetahuan, Keterampilan dan Sikap Mental Positip yang memadai.

Ibu : Jika begitu saya mau mencoba dulu. Kapan saya bisa Mendaftar ?

Saya : Jangan buru-buru. Pikirkan saja dulu. Karena tidak baik, mempertaruhkan masa depan keluarga hanya dengan mencoba-coba.

Disamping itu, Ibu tentu perlu Berdoa dulu, meminta petunjuk dari Yang Kuasa. Jika betul-betul ibu mau, saya tunggu ibu di kantor saya hari Selasa.

Demikian pembicaraan kami pada Hari Pertama pada hari Sabtu itu dan waktu tanpa terasa sudah jam 19.34 malam.

One Response to Pengalaman Prospek Allianz

  1. Berikut ini adalah informasi lengkap mengenai asuransi Allianz, kami harapkan dapat menjadi solusi bagi kebutuhan Anda. JKN-BPJS, atau siapkan dana darurat, atau rider Rawat Jalan pada produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *